Sabtu, 25 Agustus 2018

LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Halo pecinta matematika ...
Selamat datang di blog baru saya, saat ini saya sudah membuat artikel  pendidikan tentang landasan teoritis multimedia pembelajaran, yuk dibaca sama-sama...

LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


Sahabat pembaca pernah mendengar multimedia? 

Dalam dunia pendidikan, multimedia adalah istilah yang tidak asing untuk di dengar. Multimedia sering digunakan sebagai salah satu solusi untuk mempermudah pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran yang dapat menarik perhatian para peserta didik. Menurut Rosch (1996), multimedia adalah Kombinasi dari komputer dan video. Sedangkan menurut Robin dan Linda (2001), multimedia adalah Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video. Dari beberapa pengertian tersebut, dapat penulis ambil kesimpulan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video yang dapat menciptakan presentasi yang menarik dengan tampilan berupa teks, grafik, animasi, audio dan video.

Lalu bagaimana dengan Multimedia Pembelajaran?
Dari beberapa pengertian multimedia yang telah kita bahas tadi, dapat penulis ambl kesimpulan bahwa Multimedia Pembelajaran adalah suatu metode pembelajaran berupa bahan ajar yang dibuat menggunakan bantuan komputer sehingga dapat mengkombinasikan teks, grafik, animasi atau video untuk membuat peserta didik dapat lebih mengerti dan memahami suatu materi pembelajaran. Salah satu wujud multimedia dalam pembelajaran adalah media pembelajaran. 


Multimedia  digunakan dalam pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan pelajar yang tak terbatas dan untuk mengatasi hambatan dalam interaksi pada pembelajaran. Tingkat memorisasi setiap aktivitas pembelajaran berbeda-beda, seperti yang divisualisasikan pada piramida belajar berikut:


Menurut Levie dan Lents (1982), ada empat fungsi media pembelajaran, diantaranya: Fungsi Atensi (yaitu fungsi untuk menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Biasanya pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran atau mata pelajaran itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan). Fungsi Afektif (yaitu fungsi untuk dapat meningkatkan kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah social atau ras). Fungsi Kognitif (yaitu fungsi untuk memperlancar pencapaian tujuan serta memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar). Fungsi Kompensatoris (yaitu fungsi untuk membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali).

Setelah kita memahami apa itu multimedia pembelajaran, fungsi multimedia/media pembelajaran, selanjutnya kita akan membahas inti dari tulisan ini, yaitu landasan-landasan teoritis multimedia pembelajaran.


Agar fungsi dari media pembelajaran dapat tercapai, pengguna media pembelajaran harus mengetahui landasa-landasan teoritis multimedia pembelajaran. Adapun beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:

Landasan Filosofis
          Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.
Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.

Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.

Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
 Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923 (Arip P Nugroho:2015).

Berdasarkan pemaparan-pemaparan tersebut, ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan dan belum penulis dapatkan jawabannya, yaitu:

Berdasarkan landasan-landasan teoritis multimedia pembelajaran yang telah dikaji diatas, penulis belum menemukan landasan penggunaan media bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan (seperti penglihatan, pendengaran, dan lain-lain), bagaimana landasan penggunaan media bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan-keterbatasan tersebut?

Berdasarkan pemaparan landasan filosofis diatas, penulis juga belum menemukan hakikat dari landasan filosofis tersebut, menurut pembaca apa sebenarnya hakikat dari landasan filosofis media pembelajaran?

Berdasarkan landasan empiris multimedia pembelajaran, dikatakan bahwa Temuan-temuan penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Hal yang menjadi pertanyaan bagi penulis, bagaimana jika kelas tersebut adalah kelas heterogen, yaitu siswanya memiliki karakteristik gaya belajar yang berbeda, bagaimana cara pendidik untuk mengembangkan suatu media pembelajaran berdasarkan landasan empiris?

Bagi para pembaca, penulis sangat mengharapkan tanggapan dari kalian mengenai permasalaha-permasalahan yang belum penulis dapatkan jawabannya. Terimakasih telah mengunjugi tulisan ini,silahkan tinggalkan pendapat kalian di komentar :)



DAFTAR PUSTAKA

http://scdc.binus.ac.id/himsisfo/2016/10/pengertian-multimedia-menurut-para-ahli/ (Dikunjungi pada 25 Agustus 2018)
https://www.haruspintar.com/fungsi-media-pembelajaran/ (Dikunjungi pada 25 Agustus 2018)
http://sriwahyunioktavia20.blogspot.com/2017/01/landasan-teori-multimedia-pembelajaran.html (Dikunjungi pada 25 Agustus 2018)



16 komentar:

  1. Bagus sekali pertanyaannya, menurut saya walaupun karakteristik siswa berbeda beda, guru tetap menggunakan media yang sekiranya dapat dipahami oleh peserta didik,

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Mengapa anda menyebutkan bahwa multimedia adalah sebagai metode ?

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Sis kalo penggunaan media tidak berdasarkan landasan diatas apakah media itu dikatakan tidak baik?

    BalasHapus
  6. Menanggapi masalah kedua yang dipaparkan penulis, Landasan Filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna dan hakekat dasar media, yang berusaha menelaah masalah pokok; apakah media pembelajaran itu, mengapa media pembelajaran diperlukan, apa yang seharusnya menjadi tujuan media pembelajaran dsb.

    BalasHapus
  7. menanggapi masalah ketiga yang dipaparkan penulis, pendidik dapat mengembangkan suatu media pembelajaran berdasarkan karakteristik gaya belajar siswa yang lebih dominan di kelas tersebut

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. terimakasih infrmasinya, sangat ermanfaat

    BalasHapus
  10. Berdasarkan pertanyaan terakhir penulis, cara pendidik mengembangkan media nya dapat dengan mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pembelajar yang dominan, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

    BalasHapus
  11. berdasarkan masalah yang penulis temukan, saya ingin menanggapi masalah kedua yaitu hakikat landasan filosofis.
    sama-sama kita ketahui bahwa filosofis itu adalah disiplin ilmu yang berfokus pada pencarian dasar-dasar serta penjelasan nyata, nah dari situ bisa disimpulkan bahwa hakikat landasan filosofis adalah landasan yang mengkaji dasar-dasar media yang akan digunakan.

    BalasHapus
  12. apakah pengunaan multimedia harus berdasarkan landasan teori saja bagaimana dengan guru yang menggunakan multimedia berdasarkan situasi kelas

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Menurut saya ada 2 landasan yang bisa guru terapkan dalam penggunaan media yaitu landasan psikologis dan landasan empirik.  guru bisa memperhatikan landasan psikologis penggunaan media bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan. Karena dilandasan psikologis ini terbagi menjadi dua yaitu psikologis perkembangan dan psikologis belajar. Jadi untuk peserta didik yang memiliki keterbatasan, guru bisa menyesuaikan media yang akan digunakan sesuai dengan kemampuan dan perkembangan masing-masing peserta didik tersebut. Selain itu guru juga bisa memperhatikan landasan empirik, karena dilandasan empirik menjelaskan bahwa media harus sesuai dengan karakter dan gaya belajar siswa. Sebagai contoh untuk guru yang mengajar di sekolah berkebutuhan khusus biasanya disekolah atau guru pun sudah menyiapkan media yang berbeda-beda untuk siswanya karena kebutuhan bagi masing-masing siswa tersebut berbeda-beda.



    Menurut artikel yang pernah saya baca hakikat dari landasan filosofis adalah seorang guru dalam menggunakan media pembelajaran perlu memperhatikan landasan filosofis. Artinya penggunaan media mestinya didasarkan pada nilai kebenaran yang telah ditemukan dan disepakati banyak orang. Baik kebenaran akademik maupun kebenaran sosial.Misalnya, isi pesan materi yang disampaikan kepada siswa seharusnya sudah merupakan kebenaran yang teruji secara obyektif, radikal, dan empiris. Media yang digunakan guru juga perlu dicek kembali kebenaran dan ketepatannya.

    BalasHapus
  15. Menanggapi masalah ketiga penulis.
    Jika kelas itu merupakan kelas heterogen dengan karakteristik gaya belajar yang berbeda, maka guru harus menyesuaikan medianya.
    sebagai contoh, pada penjelasan diatas. Jika ada siswa dengan gaya belajar visual dan auditori, maka sebaiknya guru membuat media berupa media audio-visual sehingga dapat digunakan untuk siswa dengan gaya belajar visual maupun auditori.

    BalasHapus
  16. Contoh siswa yang yg visual dan non visual seperti apa?

    BalasHapus