Halo pecinta matematika
...
Selamat datang di blog
baru saya, saat ini saya sudah membuat artikel pendidikan tentang
landasan teoritis multimedia pembelajaran, yuk dibaca sama-sama...
LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Sahabat pembaca pernah
mendengar multimedia?
Dalam dunia pendidikan,
multimedia adalah istilah yang tidak asing untuk di dengar. Multimedia sering
digunakan sebagai salah satu solusi untuk mempermudah pendidik untuk
menyampaikan materi pembelajaran yang dapat menarik perhatian para peserta
didik. Menurut Rosch (1996), multimedia
adalah Kombinasi dari komputer dan video. Sedangkan menurut Robin dan
Linda (2001), multimedia adalah Alat yang dapat menciptakan presentasi yang
dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan
video. Dari beberapa pengertian tersebut, dapat penulis ambil kesimpulan bahwa
multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video yang dapat menciptakan
presentasi yang menarik dengan tampilan berupa teks, grafik, animasi, audio dan
video.
Lalu
bagaimana dengan Multimedia Pembelajaran?
Dari
beberapa pengertian multimedia yang telah kita bahas tadi, dapat penulis ambl
kesimpulan bahwa Multimedia Pembelajaran adalah suatu metode pembelajaran
berupa bahan ajar yang dibuat menggunakan bantuan komputer sehingga dapat
mengkombinasikan teks, grafik, animasi atau video untuk membuat peserta didik
dapat lebih mengerti dan memahami suatu materi pembelajaran. Salah satu wujud
multimedia dalam pembelajaran adalah media pembelajaran.
Multimedia
digunakan dalam pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan pelajar yang
tak terbatas dan untuk mengatasi hambatan dalam interaksi pada pembelajaran.
Tingkat memorisasi setiap aktivitas pembelajaran berbeda-beda, seperti yang
divisualisasikan pada piramida belajar berikut:

Menurut
Levie dan Lents (1982), ada empat fungsi media pembelajaran, diantaranya: Fungsi
Atensi (yaitu fungsi untuk menarik dan mengarahkan perhatian
siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna
visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Biasanya pada
awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran atau mata pelajaran
itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga
mereka tidak memperhatikan). Fungsi Afektif (yaitu
fungsi untuk dapat meningkatkan kenikmatan siswa ketika belajar (atau
membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi
dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah social atau
ras). Fungsi Kognitif (yaitu fungsi untuk memperlancar
pencapaian tujuan serta memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung
dalam gambar). Fungsi Kompensatoris (yaitu fungsi
untuk membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan
informasi dalam teks dan mengingatnya kembali).
Setelah kita memahami
apa itu multimedia pembelajaran, fungsi multimedia/media pembelajaran,
selanjutnya kita akan membahas inti dari tulisan ini, yaitu landasan-landasan
teoritis multimedia pembelajaran.
Agar fungsi dari media pembelajaran dapat tercapai, pengguna
media pembelajaran harus mengetahui landasa-landasan teoritis multimedia
pembelajaran. Adapun beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran,
adalah sebagai berikut:
Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa
dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam
kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa
dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi.
Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan,
baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian,
penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak
manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan
pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil
teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap
menggunakan pendekatan humanis.
Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya
proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan
sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa
juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media,
di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami
makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan
persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat
berlangsung secara efektif.
Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan
pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta
memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan
diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan
bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang
abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki
kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media
tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi
memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.
Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan
praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses
dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan
terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk
menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan
mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu
mempunyai tujuan dan terkontrol.
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan
masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran
yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan
serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap.
Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik,
dan latar.
Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa
terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik
belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan
mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media
yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan
lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti
gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar
auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman
suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua
tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
Berdasarkan landasan rasional empiris
tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar
kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik
pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media
pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah
konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media
pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau
alat bantu visual sekitar tahun 1923 (Arip P Nugroho:2015).
Berdasarkan pemaparan-pemaparan tersebut, ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan dan belum penulis dapatkan jawabannya, yaitu:
Berdasarkan landasan-landasan teoritis
multimedia pembelajaran yang telah dikaji diatas, penulis belum menemukan
landasan penggunaan media bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan
(seperti penglihatan, pendengaran, dan lain-lain), bagaimana landasan
penggunaan media bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan-keterbatasan
tersebut?
Berdasarkan pemaparan landasan filosofis diatas,
penulis juga belum menemukan hakikat dari landasan filosofis tersebut, menurut
pembaca apa sebenarnya hakikat dari landasan filosofis media pembelajaran?
Berdasarkan landasan empiris multimedia
pembelajaran, dikatakan bahwa Temuan-temuan penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara
penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan
hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan
bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe
atau gaya belajarnya. Hal yang menjadi pertanyaan bagi penulis, bagaimana jika
kelas tersebut adalah kelas heterogen, yaitu siswanya memiliki karakteristik
gaya belajar yang berbeda, bagaimana cara pendidik untuk mengembangkan suatu
media pembelajaran berdasarkan landasan empiris?
Bagi para pembaca, penulis sangat mengharapkan
tanggapan dari kalian mengenai permasalaha-permasalahan yang belum penulis
dapatkan jawabannya. Terimakasih telah mengunjugi tulisan ini,silahkan
tinggalkan pendapat kalian di komentar :)
DAFTAR PUSTAKA
http://scdc.binus.ac.id/himsisfo/2016/10/pengertian-multimedia-menurut-para-ahli/
(Dikunjungi pada 25 Agustus 2018)
https://www.haruspintar.com/fungsi-media-pembelajaran/
(Dikunjungi pada 25 Agustus 2018)
http://sriwahyunioktavia20.blogspot.com/2017/01/landasan-teori-multimedia-pembelajaran.html
(Dikunjungi pada 25 Agustus 2018)
http://aripristiantonugroho.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-media-landasan-teoritis-dan.html (Dikunjungi
pada 25 Agustus 2018)
Bagus sekali pertanyaannya, menurut saya walaupun karakteristik siswa berbeda beda, guru tetap menggunakan media yang sekiranya dapat dipahami oleh peserta didik,
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusMengapa anda menyebutkan bahwa multimedia adalah sebagai metode ?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSis kalo penggunaan media tidak berdasarkan landasan diatas apakah media itu dikatakan tidak baik?
BalasHapusMenanggapi masalah kedua yang dipaparkan penulis, Landasan Filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna dan hakekat dasar media, yang berusaha menelaah masalah pokok; apakah media pembelajaran itu, mengapa media pembelajaran diperlukan, apa yang seharusnya menjadi tujuan media pembelajaran dsb.
BalasHapusmenanggapi masalah ketiga yang dipaparkan penulis, pendidik dapat mengembangkan suatu media pembelajaran berdasarkan karakteristik gaya belajar siswa yang lebih dominan di kelas tersebut
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusterimakasih infrmasinya, sangat ermanfaat
BalasHapusBerdasarkan pertanyaan terakhir penulis, cara pendidik mengembangkan media nya dapat dengan mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pembelajar yang dominan, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
BalasHapusberdasarkan masalah yang penulis temukan, saya ingin menanggapi masalah kedua yaitu hakikat landasan filosofis.
BalasHapussama-sama kita ketahui bahwa filosofis itu adalah disiplin ilmu yang berfokus pada pencarian dasar-dasar serta penjelasan nyata, nah dari situ bisa disimpulkan bahwa hakikat landasan filosofis adalah landasan yang mengkaji dasar-dasar media yang akan digunakan.
apakah pengunaan multimedia harus berdasarkan landasan teori saja bagaimana dengan guru yang menggunakan multimedia berdasarkan situasi kelas
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMenurut saya ada 2 landasan yang bisa guru terapkan dalam penggunaan media yaitu landasan psikologis dan landasan empirik. guru bisa memperhatikan landasan psikologis penggunaan media bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan. Karena dilandasan psikologis ini terbagi menjadi dua yaitu psikologis perkembangan dan psikologis belajar. Jadi untuk peserta didik yang memiliki keterbatasan, guru bisa menyesuaikan media yang akan digunakan sesuai dengan kemampuan dan perkembangan masing-masing peserta didik tersebut. Selain itu guru juga bisa memperhatikan landasan empirik, karena dilandasan empirik menjelaskan bahwa media harus sesuai dengan karakter dan gaya belajar siswa. Sebagai contoh untuk guru yang mengajar di sekolah berkebutuhan khusus biasanya disekolah atau guru pun sudah menyiapkan media yang berbeda-beda untuk siswanya karena kebutuhan bagi masing-masing siswa tersebut berbeda-beda.
BalasHapusMenurut artikel yang pernah saya baca hakikat dari landasan filosofis adalah seorang guru dalam menggunakan media pembelajaran perlu memperhatikan landasan filosofis. Artinya penggunaan media mestinya didasarkan pada nilai kebenaran yang telah ditemukan dan disepakati banyak orang. Baik kebenaran akademik maupun kebenaran sosial.Misalnya, isi pesan materi yang disampaikan kepada siswa seharusnya sudah merupakan kebenaran yang teruji secara obyektif, radikal, dan empiris. Media yang digunakan guru juga perlu dicek kembali kebenaran dan ketepatannya.
Menanggapi masalah ketiga penulis.
BalasHapusJika kelas itu merupakan kelas heterogen dengan karakteristik gaya belajar yang berbeda, maka guru harus menyesuaikan medianya.
sebagai contoh, pada penjelasan diatas. Jika ada siswa dengan gaya belajar visual dan auditori, maka sebaiknya guru membuat media berupa media audio-visual sehingga dapat digunakan untuk siswa dengan gaya belajar visual maupun auditori.
Contoh siswa yang yg visual dan non visual seperti apa?
BalasHapus