Selasa, 25 September 2018

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (KECERDASAN BUATAN)

Halo para pecinta matematika, selamat dapat pada postingan baru di blog saya. Saat ini saya akan membagikan salah satu bagian dari jurnal yang telah penulis kaji yaitu mengenai Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan.

Nah, apakah teman-teman pembaca sudah tau apa itu AI? Untuk mengetahui apa itu AI beserta sejarahnya, silahkan simak pembahasan berikut ini:

Menurut Simon [1987] “kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas.” 

Sedangkan menurut Rich and Knight [1991]: “Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.”

Dari penjelasan tersebut, dapat penulis ambil kesimpulan bahwa kecerdasan buatan merupakan suatu kecerdasan yang dibuat dengan bantuan pemrograman komputer untuk mempermudah menyelesaikan permasalahan manusia.

Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.

Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan "Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas " pada 1943 yang meletakkan fondasi untuk jaringan saraf.

Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah "kecerdasan buatan " pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa pemrograman LispAlan Turing memperkenalkan "Turing test" sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian

Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan saraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer PrologTed Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara mandiri.

Pada tahun 1980-an, jaringan saraf digunakan secara meluas dengan algoritme perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John Werbos pada 1974. Pada tahun 1982, para ahli fisika seperti Hopfield menggunakan teknik-teknik statistika untuk menganalisis sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan saraf. Para ahli psikologi, David Rumelhart dan Geoff Hinton, melanjutkan penelitian mengenai model jaringan saraf pada memori. Pada tahun 1985-an sedikitnya empat kelompok riset menemukan kembali algoritme pembelajaran propagansi balik (Back-Propagation learning). Algoritme ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu komputer dan psikologi. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue, sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapan metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.

Tantangan Hebat DARPA, yang dimulai pada 2004 dan berlanjut hingga hari ini, adalah sebuah pacuan untuk hadiah $2 juta dimana kendaraan dikemudikan sendiri tanpa komunikasi dengan manusia, menggunakan GPS, komputer dan susunan sensor yang canggih, melintasi beberapa ratus mil daerah gurun yang menantang.

Penulis menemukan salah satu jurnal yang mengkaji tentang kecerdasan buatan ini, jurnal tersebut berjudul “An artificial intelligence experiment in college math education” yang diteliti oleh Oliver Knill, Johny Carlsson,, Andrew Chi and Mark Lezama.

Penelitian tersebut mencoba menerapkan kecerdasan buatan di salah satu perguruan tinggi untuk memecahkan masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari, pada penelitian ini yaitu materi tentang kalkulus.

Adapun bentuk kecerdasan buatan yang digunakan untuk membantu memecahkan permasalahan-permasalahan dalam kalkulus yaitu dengan aplikasi Mathematica. Selain aplikasi tersebut, kecerdasan buatan dapat juga berbentuk seprti search engine atau mesin pencari. Mesin pencari merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan benar.

Pada jurnal yang penulis kaji, ada bagian pendahuluan yang menjelaskan dasar-dasar teori yang menjadi pendukung dari penelitian tersebut, diantaranya:

Kecerdasan buatan dalam Pendidikan.
Dalam dunia pendidikan, kecerdasan buatan sangat perlu digunakan, terutama bagi kalangan mahasiswa. Dengan AI, permasalahan-permasalahan yang rumit seperti permasalahan kalkulus dapat diselesaikan dengan cepat.
Melansir dari Extreme Works, Sabtu (19/8/2017), pendiri Microsoft, Bill Gates sendiri merupakan salah satu pendukung penggunaan AI di bidang pendidikan. Gates bahkan percaya AI akan memperbaiki pendidikan dalam banyak hal.
Berikut hal-hal yang bisa AI lakukan di bidang pendidikan:

* Pembelajaran yang lebih cerdas
Pembelajaran dalam sistem AI ini merupakan pembelajaran yang dipersonalisasi sehingga meningkatkan pengalaman belajar siswa. Pembelajaran AI dalam sistem individual ini menunjukkan bahwa hal ini dapat meningkatkan fokus siswa. Pasalnya, AI memiliki kemampuan untuk mengajar siswa secara individu dan mengenali area yang dibutuhkan untuk menemukan cara pengajaran yang tepat pada siswa melalui kecerdasan buatan tersebut.
Misalnya, jika teknologi ini tahu kamu tertarik dengan mobil balap, maka itu yang akan digunakan sebagai analogi atau contoh untuk memahami materi pelajaran.

*Identifikasi bila siswa tak mengerti
Kecerdasan AI bisa mengidentifikasi konsep seperti apa yang tidak dipahami oleh siswa. Sehingga nantinya AI bisa melakukan penyesuaian untuk menemukan cara baru dalam membantu pembelajaran siswa.
Blackboard, salah satu alat di bidang pendidikan kini banyak digunakan perguruan tinggi. Sebuah platform online ini digunakan para profesor untuk merilis catatan, pekerjaan rumah, kuis, dan tes, dan memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan dan tugas untuk penilaian. Alat ini juga bisa mengidentifikasi alasan di balik ketidak pahaman siswa.

*Menilai tugas
Manfaat lain dari program AI yaitu menilai kedua pilihan ganda dan pertanyaan dengan jawaban singkat. Ke depannya, AI juga bisa menilai pertanyaan esai. Oleh sebab itu, para guru tidak perlu lagi menghabiskan waktu mengerjakan tugas menilai setiap jam karena guru dapat lebih berkonsentrasi pada pengajaran dan interaksi satu lawan satu saja. Siswa juga mendapat hasil nilai langsung melalui AI.
Mereka tak perlu menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan nilai mereka. Siswa juga akan menuai keuntungan dari guru yang memiliki waktu tambahan untuk proses belajar dan mengajar.

Berpikir dengan Pencarian.
Cara paling efisien untuk menyelesaikan masalah adalah dengan mengetahui cara mengatasinya. Kemudian orang dapat menghindari pencarian sepenuhnya. Dengan demikian , sebuah cabang penelitian AI telah berusaha menemukan cara untuk mewujudkan pengetahuan untuk mesin. Siswa yang belajar matematika sering menggunakan strategi ini juga: mengetahui bagaimana menangani masalah prototipe dasar (dan sebagian besar masalah buku teks kalkulus seperti ini: hitung turunannya, temukan garis integralnya dll), memungkinkan untuk melewati kalkulus khas tentu saja cukup baik. Kita tahu bahwa, karena masalah yang tidak standar biasanya diselesaikan dengan sangat buruk, bahkan di Harvard.

Mesin pencari dan AI.
kecerdasan buatan dapat juga berbentuk seprti search engine atau mesin pencari. Mesin pencari merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan benar.

Bagaimana tanggapan teman-teman mengenai artikel yang penulis buat ini? Apakah menurut teman-teman AI dapat membuat peserta didik malas untuk berpikir? Silahkan tambahkan di kolom komentar ya 😇


Referensi:

https://news.okezone.com/read/2017/08/18/65/1758595/catat-ini-pentingnya-kecerdasan-buatan-di-bidang-pendidikan





2 komentar:

  1. Terimakasih atas informasi saudara.
    Menurut saya, saya pikir tidak.
    Malah dengan adanya ai ini peserta didik bisa lebih kritis dan berusaha untuk bersaing dalam hal berfikir cepat.
    Tapi, penulis juga harus menjelaskan terlebih dahulu Ai yg saudara maksud seperti apa?
    Kalau pada artikel anda saya pikir tidak.

    BalasHapus