Senin, 03 September 2018

PRINSIP-PRINSIP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


Halo sahabat matematika...
Selamat datang di postingan kedua saya yang berkaitan dengan multimedia pembelajaran. Postingan kali ini akan membahas kelanjutan dari postingan sebelumnya, jika kalian lupa silahkan klik Landasan Teoritis Multimedia Pembelajaran agar pada postingan ini dapat lebih mudah untuk memahaminya.


Oke, langsung saja pada inti tulisan ini yaitu:

PRINSIP-PRINSIP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


Sejak sekolah dulu, guru sering bertanya kepada kita, apa prinsip dari hidup kalian? Harus kita sadari, prinsip perlu kita pegang agar kehidupan  sesuai dengan keinginan yang kita raih. Artinya, prinsip sangat penting dalam kehidupan. Nah, begitu juga dalam multimedia pembelajaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prinsip adalah asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dan sebagainya). 

Dalam dunia pendidikan, guru sering mengalami masalah dalam mengajar, seperti menentukan cara yang efektif dan efisien untuk menyampaikan materi pembelajaran, salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan membuat sebuah multimedia pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Sebelum membuat sebuah multimedia pembelajaran, hendaknya seorang pengembang mengetahui prinsip-prinsip multimedia pembelajaran terlebih dahulu. 

Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis berpendapat bahwa prinsip multimedia pembelajaran adalah suatu pegangan yang menjadi dasar dalam membuat atau mengembangkan suatu media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran.

12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :

Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.

Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.

Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.

Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.

Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.

Prinsip Redudansi
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.

Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik  menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis,  oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.

Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.

Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.

Prinsip Perbedaan Individu     
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.

Prinsip Praktek                                
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.

Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.

Berdasarkan pemaparan-pemaparan tersebut, ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan dan belum penulis dapatkan jawabannya, yaitu:

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Di indonesia, banyak sekolah yang belum memisahkan antara siswa yang memiliki kecerdasan spesial dan kecerdasan biasa seperti siswa-siswa pada umumnya. Penulis belum menemukan prinsip yang tepat untuk mengembangkan suatu multimedia pembelajaran pada kelas seperti masalah tersebut. Menurut pembaca, prinsip multimedia pembelajaran mana yang tepat dipakai sebagai dasar untuk mengembangkan multimedia pembelajaran pada kelas heterogen?

Selanjutnya, bagaimana indikator yang menunjukkan bahwa multimedia yang telah kita buat/kembangkan telah memenuhi prinsip-prinsip multimedia pembelajaran?

Jika sahabat pembaca mengetahui solusi dari permasalahan tersebut, penulis sangat mengharapkan jawaban dari sahabat pembaca di kolom komentar. Terimakasih karena kalian telah mengunjungi postingan kali ini, semoga bermanfaat. 😉

Referensi:


9 komentar:

  1. Menurut saya, prinsip yang tepat untuk mengembangkan multimedia pembelajaran pada kelas heteroven adalah prinsip perbedaan individual. Siswa merupakan sebuah kelompok belajar yang heterogen. Ini berarti bahwa siswa satu dengan siswa lain memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Faktor intelegensi, tingkat pendidikan, kepribadian, gaya belajar, serta faktor lain mempengaruhi bagaimana masing-masing siswa menerima pelajaran atau materi. Multimedia pembelajaran harus mampu menyelaraskan kemampuan masing-masing siswa agar mampu menerima inti materi pembelajaran.

    BalasHapus
  2. Izin copas gan ^_^.
    Menanggapi pertanyaan penulis dapat saya simpulkan.
    1. Menurut saya disini kurang tepat jika saudara menanyakan prinsip multimedia mana yang tepat dipakai sebagai dasar untuk mengembangkan multimedia pembelajaran terhadap siswa yang heterogen. Sebagai dasar untuk mengembangkan multimedia lebih baik kita perhatikan kembali landasan landasan multimedia pembelajaran.
    2. Jika kita ujikan kepada siswa yg heterogen dan hasil uji cobanya memuaskan dan hanya sedikit siswa yang belum menguasainya.

    Saya berharap jawaban saya bisa membantu kebingungan dari penulis.

    BalasHapus
  3. Saya akan mencoba menanggapi masalah yang anda pertanyaakan. Untuk kelas hitorogen, prinsip-prinsip yang anda paparkan semuanya bisa di gunakan. Kembali ke penggunanya lagi untuk mengaplikasikan media berdasarkan prinsip yang anda paparkan. Saya pikir prinsip-prinsip ini bisa di kembangkan lagi sang pengguna media dan bisa digabungkan beberapa prinsip menjadi satu.

    BalasHapus
  4. Untuk mengetahui indikator multimedia bisa di lihat dari ciri-ciri prinsip atau unsur-unsur prinsip terdapat pada multimedia.

    BalasHapus
  5. saya akan mencoba menanggapi pertanyaan saudara yudi berdasarkan pemaparan dalam BLOG

    jawaban pertama
    kalo menurut saya sebagai pembaca prinsip multimedia yang cocok untuk kelas siswa heerogen ??? sebenarnya sudah terpapar pada blog di atas yaitu prinsip perbedaan individual, jadi kita harus menyesuaikan multimedia yang kita desain itu dengan siswa kebanyakan (kemampuan rata2 dalam kelas), seperti yang kita ketahui ada siswa yang mempunyai kemampuan
    1. modalitas visual tinggi
    2. modalitas auditori tinggi
    3. modalitas kinestetik tinggi

    untuk siswa yang memiliki modalitas visual tinggi(kecerdasan siswa belajar dengan penglihatan) maka menggunakan multi media yang didesain dengan prinsip no 1 sampai 9

    untuk siswa yang memiliki modalitas auditori tinggi maka menggunakan multimedia yang cocok berupa Kombinasi teks dan narasi plus visual

    untuk siswa yang memiliki modalitas kinestetik tinggi (kecerdasan dalam hal gerak tubuh) maka multi media yang digunkan berupa Kombinasi teks, visual dan simulasi

    BalasHapus
  6. jawaban no 2

    saya contohkan dengan prinsip koherensi

    ketika kita mendesain multimedia kemudian terdapat kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak relevan dengan materi yang hendak kita ajarkan lalu kita tidak menggunakan dalam multimedia pembelajaran kita. Maka multimedia yang kita desain ini ialah multi media yg sudah memenuhi prinsip koherensi

    BalasHapus
  7. Berdasarkan pertanyaan kedua dari penulis, menurut saya indikator yang menunjukkan bahwa multimedia yang telah kita buat/kembangkan telah memenuhi prinsip-prinsip multimedia pembelajaran yaitu bisa kita lihat dari multimedia yang kita desain apakah sudah menerapkan ke 12 prinsip tersebut. misalnya:
    kita menggunakan macromedia flash untuk membuat materi pembelajaran. dimana dengan menggunakan macromedia flash kita bisa mencantumkan teks,gambar,animasi sederhana,video, audio ataupun efek2 khusus lainnya.
    misalnya kita membuat materi pembelajaran tentang bangun ruang dengan menggunakan macromedia flash.
    -pada saat membuat materi tersebut kita mencantumkan kata-kata (defenisi bangun ruang), bukan hanya berupa kata-kata saja tetapi kita juga melampirkan contoh bangun ruang dalam bentuk gambar. dari sini dapat kita lihat bahwa kita telah menggunakan prinsip multimedia.
    -pada saat membuat materi tersebut kita juga menyajikan kata-kata tercetak dan gambar-gambar yang terkait disajikan saling berdekatan ini telah menunjukkan bahwa kita telah menggunakan prinsip keterdekatan ruang
    -pada saat membuat materi tersebut kita juga menyajikan kata-kata,gambar, suara, video, animasi yang dianggap perlu saja, yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan, ini telah menunjukkan bahwa kita telah menggunakan prinsip koherensi

    BalasHapus
  8. Menanggapi pertanyaan pertama,
    menurut saya Prinsip yang tepat untuk digunakan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran pada kelas yang heterogen adalah prinsip Perbedaan Individu, karena pada prinsip Perbedaan Individu Kombinasi teks dan narasi plus visual yang digunakan berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.

    BalasHapus
  9. Menurut saya, sebagai indikator apakah multimedia itu berhasil memenuhi prinsip-prinsipnya adalah ketika seberapa banyak siswa berhasil menerima materi pembelajaran. Karena prinsip-prinsip itu ada sebagai tujuan mempermudah siswa memahami materi melalui multimedia pembelajaran.

    BalasHapus