Senin, 18 Februari 2019

Kerangka Penilaian Kelas


Menurut Gronlund dan Linn (1985), penilaian kelas merupakan proses sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi untuk menentukan sejauhmana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran.
Penilaian kelas dirancang dan dilaksanakan oleh masing-masing Guru sesuai mata pelajarannya. Hampir senada dengan pendapat tersebut, Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2006) menyatakan bahwa penilaian kelas merupakan bagian dari penilaian internal yang digunakan untuk menilai tingkat pencapaian kompetensi siswa yang dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung dan akhir pembelajaran. Hal ini berarti, penilaian kelas dirancang dan dilaksanakan  terpadu dengan proses pembelajaran.
      Berkaitan dengan proses pembelajaran, penilaian berbasis kelas didefinisikan sebagai suatu penilaian berkelanjutan yang dirancang, dilaksanakan, dan hasilnya dimanfaatkan oleh Guru dan siswa untuk mengoptimalkan efektifitas pembelajaran di kelas (Duncan dan Chris, 1994). Penilaian kelas terutama ditujukan untuk memberdayakan Guru dan siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Melalui penilaian kelas yang berkelanjutan, dapat dilakukan pemantauan terhadap kegiatan siswa selama pembelajaran, memperoleh umpan balik mengenai kemajuan belajar siswa, bagaimana siswa belajar, tanggapan siswa terhadap pendekatan  pembelajaran yang dilakukan Guru. Umpan balik ini dapat digunakan Guru untuk lebih memusatkan pendekatan pembelajaran yang digunakan, membantu siswa untuk belajar sehingga menguasai seluruh substansi pelajaran sesuai yang direncanakan.
Penilaian kelas dirancang untuk membantu para Guru dalam memperoleh informasi yang akurat tentang apa yang dipelajari siswa, dan sejauhmana mereka berhasil menguasai materi pembelajaran. Penilaian kelas memiliki setidaknya tujuh ciri, yaitu: a).   berpusat pada siswa, b). otonomi Guru, c). bermanfaat ganda, d). formatif, e). kontekstual, dan f). berkelanjutan (Angelo dan Cross, 1993).  


Tujuan utama penilaian kelas adalah meningkatkan kualitas pembelajaran siswa (formatif), dan tidak sekedar menilai atau memberikan angka pencapaian hasil belajar siswa untuk kenaikan kelas atau sejenisnya. Penilaian kelas bersifat kontekstual, sesuai dengan karakteristik substansi pelajaran, Guru, dan siswa. Pendekatan pembelajaran atau penilaian yang sesuai untuk kelas tertentu mungkin tidak sesuai untuk kelas lain. Penilaian kelas merupakan suatu proses berkelanjutan. Penggunaan teknik penilaian kelas yang sederhana dan mudah dilakukan, memungkinkan Guru memperoleh umpan balik dari hasil penilaian tersebut sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran.

LANGKAH-LANGKAH PENILAIAN KELAS DAN PEMANFAATAN HASILNYA

     1.  Menyiapkan rancangan penilaian yang terpadu dalam pembelajaran
      Pada dasarnya, penilaian dirancang dan dilaksanakan terpadu dengan kegiatan pembelajaran. Langkah awal dalam penilaian kelas adalah mengidentifikasi indikator pencapaian hasil belajar dari mata pelajaran yang telah dikembangkan dalam silabus.
           Agar materi dalam silabus dapat dilaksanakan dalam pembelajaran, Guru menjabarkan silabus menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP adalah penjabaran silabus yang menggambarkan rencana prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi. RPP digunakan sebagai pedoman Guru dalam melaksanakan pembelajaran dan penilaian baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan. Rancangan penilaian dalam RPP mengacu pada penilaian yang terdapat dalam silabus tetapi harus lebih rinci dan lengkap. Penilaian dalam silabus dituliskan hanya contoh instrumen, sedangkan dalam RPP semua instrumen/soal ditulis lengkap sesuai KD dan indikator dalam RPP. Berbagai teknik penilaian dapat digunakan sesuai ranah kompetensi yang hendak diukur dan karakteristik standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator pada materi yang diajarkan.
      Sesuai dengan pendekatan penilaian yang digunakan, perlu mengembangkan instrumen penilaian. Meskipun Guru sebagai life instrument, namun instrumen seperti pedoman pengamatan, daftar periksa (check list), tes tertulis dan lain-lainnya perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dapat digunakan oleh Guru sebagai pedoman yang akan mempermudah melaksanakan penilaian dalam pembelajaran.

        2.  Melaksanakan penilaian kelas dan memanfaatkan hasilnya
         Penilaian kelas dilakukan terpadu dengan kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, penilaian dilakukan sebelum pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan setelah selesai pembelajaran. Proses pelaksanaan penilaian dan pemanfaatan hasilnya sebagai umpan balik untuk menyempurnakan pembelajaran adalah sebagai berikut:
a.  Sebelum & Awal pembelajaran    
 ■  Melakukan penilaian awal berkaitan dengan kesesuaian pembelajaran dengan siswa, antara lain: kemampuan awal yang disyaratkan, penguasaan terhadap materi, minat dan motivasi belajar siswa, dllnya.  Penilaian ini dilakukan melalui: pemeriksaan hasil pekerjaan rumah, secara informal memberikan pertanyaan-pertanyaan baik menyangkut materi maupun motivasi belajar siswa, dan mengamati respon siswa
■   Temuan yang diperoleh dapat digunakan untuk: mengembangkan rancangan remedi atau pengayaan; menjelaskan lagi materi yang dipandang sesuai; menyesuaikan tempo (kecepatan) penyampaian materi; penempatan siswa pada kelompok kelas yang sesuai.
b.  Selama pembelajaran
            Kegiatan Guru dalam penilaian kelas selama pembelajaran antara lain meliputi:
■   Menyesuaikan pendekatan pembelajaran sesuai temuan pada penilaian awal
■  Memantau kegiatan belajar siswa,  pada saat mereka memperhatikan penjelasan Guru, membaca, bekerjasama dengan teman lainnya, mengerjakan tugas-tugas, memecahkan
       masalah, dan kegiatan lainnya.
■   Berkomunikasi dengan siswa untuk mengetahui sejauhmana mereka memahami apa  yang  sedang dipelajari
■    Memperhatikan tanggapan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan
memberikan penjelasan jika diperlukan
■   Mengidentifikasi kemajuan dan kesulitan-kesulitan belajar siswa
■   Memberikan umpan balik dan membantu siswa belajar
■   Menentukan sejauhmana pencapaian tujuan pembelajaran
■   Mendokumentasikan hasil penilaian

c.  Akhir & Setelah pembelajaran
      Kegiatan Guru setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran antara lain meliputi:
■    Memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan penilaian diri, mencakup  kemajuan belajar, kesulitan, bantuan yang diperlukan untuk menguasai pelajaran, dan saran-saran lainnya
■    Memberikan tugas  terstruktur kepada siswa, dapat berupa pekerjaan rumah, tugas proyek, dan tugas lain yang sistematis dan terkait erat dengan substansi pelajaran.
■   Menganalisis informasi penilaian yang diperoleh sebelum dan selama pembelajaran untuk memahami setiap siswa, kemajuan belajar, dan  memberikan informasi untuk rancangan pembelajaran selanjutnya
■  Menjelaskan sejauhmana tujuan pembelajaran, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang, telah dikuasai siswa
■     Mengevaluasi efektivitas pembelajaran
■     Mencatat dan melaporkan hasil-hasil penilaian untuk analisa, evaluasi dan
            pembuatan keputusan di tingkat sekolah
■     Mengkomunikasikan berbagai keunggulan dan kelemahan berdasarkan hasil-hasil penilaian pada siswa dan orang tua .

KERANGKA PENILAIAN KELAS SEBAGAI MEKANISME UMPAN BALIK UNTUK MEMANTAU KEMAJUAN BELAJAR SISWA

Gambar berikut ini merupakan kerangka  penilaian  kelas  sebagai  mekanisme  umpan  balik  untuk memantau kemajuan belajar siswa dan menyempurnakan pembelajaran.

Menurut teman-teman, bagaimana jika pembelajaran berbasis penilaian kelas ini jarang dilakukan oleh guru matematika mengingat banyaknya penilaian lain yg dirasa lebih mudah digunakan oleh guru?

3 komentar:

  1. mengenai pertanyaan saudara diatas
    klo menurut saya disetiap sekolah harus ada pelatihan-pelatihan untuk guru mengenai pentingnya "kerangkakerja untuk penilaian kelas" dimana pelatihannya tsb haruslah dilakukan secara berkala agar para pendidik tidak lagi tabu dengan yang namanya kerankakerja penilaian kelas

    BalasHapus
  2. Menjawab pertanyaan penulis.
    menurut saya tidak apa-apa jika pembelajaran berbasis penilaian ini jarang dilakukan oleh guru, karena pembelajaran berbasis penilaian ini merupakan salah satu cara bagaimana kita mengevaluasi proses maupun hasil belajar siswa. jika dirasa masih ada penilaian lain yang lebih mudah digunakan oleh guru, ya tidak mengapa. Guru tersebut bisa memilih cara penilaian yang dirasa cukup baik digunakan. Lagi pula penulis juga mengatakan jarang dilakukan, maka bisa saja guru tersebut menggunakan pembelajaran berbasis penilaian itu kemudian waktu yg berikutnya menggunakan bentuk penilaian yang lain.

    sekian terimakasih, semoga jawabannya bisa membantu penulis.

    BalasHapus
  3. Mengenai perntayaan Penulis ; Bila yang dimaksud penulis pembelajaran berbasis penilaian kelas adalah yang menggunakan kerangka penilaian seperti yang penulis jabarkan, saya rasa tidak masalah bila pada penerapannya jarang dilakuakan Guru. Perlu diketahui bahwa 'penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran' (suryaningsih2020.blogspot.com). Sementara kerangka diatas adalah salah satu bahan penunjang capaian keberhasilan RPP. Yang meskipun di dalam penerapan penilaian tidak dipakai oleh guru, biasanya tetap akan menjadi kewajiban seorang guru membuat kerangka tersebut dalam RPP. Kabar kurang baiknya, bisa kita ketahui bahwa pada penerapan yang seperti itu berarti guru tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai RPP. Namun, bukan berarti Guru tidak dapat melakukan penilaian kelas dengan baik. Hanya saja akan lebih baik, terstruktur dan terkordinir bila menggunakan kerangka untuk penilaian kelas.

    BalasHapus