Menurut Gronlund dan Linn (1985), penilaian kelas merupakan proses sistematis
dalam mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi untuk
menentukan sejauhmana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran.
Penilaian kelas dirancang dan dilaksanakan oleh masing-masing Guru sesuai mata pelajarannya. Hampir senada dengan pendapat tersebut, Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2006) menyatakan bahwa penilaian kelas merupakan bagian dari penilaian internal yang digunakan untuk menilai tingkat pencapaian kompetensi siswa yang dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung dan akhir pembelajaran. Hal ini berarti, penilaian kelas dirancang dan dilaksanakan terpadu dengan proses pembelajaran.
Penilaian kelas dirancang dan dilaksanakan oleh masing-masing Guru sesuai mata pelajarannya. Hampir senada dengan pendapat tersebut, Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2006) menyatakan bahwa penilaian kelas merupakan bagian dari penilaian internal yang digunakan untuk menilai tingkat pencapaian kompetensi siswa yang dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung dan akhir pembelajaran. Hal ini berarti, penilaian kelas dirancang dan dilaksanakan terpadu dengan proses pembelajaran.
Berkaitan dengan proses
pembelajaran, penilaian berbasis kelas didefinisikan sebagai suatu penilaian
berkelanjutan yang dirancang, dilaksanakan, dan hasilnya dimanfaatkan oleh Guru
dan siswa untuk mengoptimalkan efektifitas pembelajaran di kelas (Duncan dan
Chris, 1994). Penilaian kelas terutama ditujukan untuk memberdayakan Guru dan
siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Melalui penilaian
kelas yang berkelanjutan, dapat dilakukan pemantauan terhadap kegiatan siswa
selama pembelajaran, memperoleh umpan balik mengenai kemajuan belajar siswa,
bagaimana siswa belajar, tanggapan siswa terhadap pendekatan pembelajaran yang dilakukan Guru. Umpan balik
ini dapat digunakan Guru untuk lebih memusatkan pendekatan pembelajaran yang
digunakan, membantu siswa untuk belajar sehingga menguasai seluruh substansi
pelajaran sesuai yang direncanakan.
Penilaian kelas
dirancang untuk membantu para Guru dalam memperoleh informasi yang akurat
tentang apa yang dipelajari siswa, dan sejauhmana mereka berhasil menguasai
materi pembelajaran. Penilaian kelas memiliki setidaknya tujuh ciri, yaitu: a).
berpusat pada siswa, b). otonomi Guru, c). bermanfaat ganda, d). formatif,
e). kontekstual, dan f). berkelanjutan (Angelo dan Cross, 1993).
Tujuan utama penilaian kelas adalah
meningkatkan kualitas pembelajaran siswa (formatif),
dan tidak sekedar menilai atau memberikan angka pencapaian hasil belajar siswa
untuk kenaikan kelas atau sejenisnya. Penilaian kelas bersifat kontekstual, sesuai dengan karakteristik
substansi pelajaran, Guru, dan siswa. Pendekatan pembelajaran atau penilaian
yang sesuai untuk kelas tertentu mungkin tidak sesuai untuk kelas lain. Penilaian
kelas merupakan suatu proses berkelanjutan.
Penggunaan teknik penilaian kelas yang sederhana dan mudah dilakukan, memungkinkan
Guru memperoleh umpan balik dari hasil penilaian tersebut sehingga dapat
digunakan untuk meningkatkan pembelajaran.
LANGKAH-LANGKAH PENILAIAN KELAS DAN
PEMANFAATAN HASILNYA
1. Menyiapkan rancangan penilaian yang terpadu
dalam pembelajaran
Pada dasarnya, penilaian
dirancang dan dilaksanakan terpadu dengan kegiatan pembelajaran. Langkah awal
dalam penilaian kelas adalah mengidentifikasi indikator pencapaian hasil
belajar dari mata pelajaran yang telah dikembangkan dalam silabus.
Agar materi dalam silabus dapat
dilaksanakan dalam pembelajaran, Guru menjabarkan silabus menjadi rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP adalah penjabaran silabus yang
menggambarkan rencana prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai
kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi. RPP digunakan sebagai
pedoman Guru dalam melaksanakan pembelajaran dan penilaian baik di kelas,
laboratorium, dan/atau lapangan. Rancangan penilaian dalam RPP mengacu pada
penilaian yang terdapat dalam silabus tetapi harus lebih rinci dan lengkap.
Penilaian dalam silabus dituliskan hanya contoh instrumen, sedangkan dalam RPP
semua instrumen/soal ditulis lengkap sesuai KD dan indikator dalam RPP. Berbagai
teknik penilaian dapat digunakan sesuai ranah kompetensi yang hendak diukur dan
karakteristik standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator pada materi
yang diajarkan.
Sesuai
dengan pendekatan penilaian yang digunakan, perlu mengembangkan instrumen
penilaian. Meskipun Guru sebagai life instrument, namun instrumen
seperti pedoman pengamatan, daftar periksa (check list), tes tertulis
dan lain-lainnya perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dapat digunakan oleh Guru
sebagai pedoman yang akan mempermudah melaksanakan penilaian dalam
pembelajaran.
2. Melaksanakan penilaian kelas dan memanfaatkan
hasilnya
Penilaian kelas dilakukan terpadu
dengan kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, penilaian dilakukan sebelum
pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan setelah selesai pembelajaran. Proses
pelaksanaan penilaian dan pemanfaatan hasilnya sebagai umpan balik untuk
menyempurnakan pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Sebelum & Awal pembelajaran
■ Melakukan penilaian awal berkaitan dengan
kesesuaian pembelajaran dengan siswa, antara lain: kemampuan awal yang
disyaratkan, penguasaan terhadap materi, minat dan motivasi belajar siswa,
dllnya. Penilaian ini dilakukan melalui:
pemeriksaan hasil pekerjaan rumah, secara informal memberikan
pertanyaan-pertanyaan baik menyangkut materi maupun motivasi belajar siswa, dan
mengamati respon siswa
■ Temuan yang diperoleh dapat digunakan untuk: mengembangkan rancangan remedi
atau pengayaan; menjelaskan lagi materi yang dipandang sesuai; menyesuaikan
tempo (kecepatan) penyampaian materi; penempatan siswa pada kelompok kelas yang
sesuai.
b. Selama pembelajaran
Kegiatan Guru dalam
penilaian kelas selama pembelajaran antara lain meliputi:
■ Menyesuaikan pendekatan pembelajaran sesuai temuan pada penilaian awal
■
Memantau kegiatan
belajar siswa, pada saat mereka
memperhatikan penjelasan Guru, membaca, bekerjasama dengan teman lainnya,
mengerjakan tugas-tugas, memecahkan
masalah, dan kegiatan lainnya.
■ Berkomunikasi dengan siswa untuk mengetahui sejauhmana mereka memahami
apa yang
sedang dipelajari
■
Memperhatikan
tanggapan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan
memberikan
penjelasan jika diperlukan
■
Mengidentifikasi
kemajuan dan kesulitan-kesulitan belajar siswa
■
Memberikan umpan balik
dan membantu siswa belajar
■
Menentukan sejauhmana
pencapaian tujuan pembelajaran
■ Mendokumentasikan hasil penilaian
c. Akhir & Setelah pembelajaran
Kegiatan Guru setelah selesai melaksanakan
kegiatan pembelajaran antara lain meliputi:
■
Memberikan kesempatan
pada siswa untuk melakukan penilaian diri, mencakup kemajuan belajar, kesulitan, bantuan yang
diperlukan untuk menguasai pelajaran, dan saran-saran lainnya
■ Memberikan tugas terstruktur kepada
siswa, dapat berupa pekerjaan rumah, tugas proyek, dan tugas lain yang
sistematis dan terkait erat dengan substansi pelajaran.
■ Menganalisis informasi penilaian yang diperoleh sebelum dan selama
pembelajaran untuk memahami setiap siswa, kemajuan belajar, dan memberikan informasi untuk rancangan
pembelajaran selanjutnya
■
Menjelaskan sejauhmana
tujuan pembelajaran, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang, telah
dikuasai siswa
■
Mengevaluasi efektivitas
pembelajaran
■
Mencatat dan
melaporkan hasil-hasil penilaian untuk analisa, evaluasi dan
pembuatan keputusan di tingkat sekolah
■
Mengkomunikasikan
berbagai keunggulan dan kelemahan berdasarkan hasil-hasil penilaian pada siswa dan orang tua .
KERANGKA PENILAIAN KELAS SEBAGAI
MEKANISME UMPAN BALIK UNTUK MEMANTAU KEMAJUAN BELAJAR SISWA
Gambar berikut ini merupakan
kerangka penilaian kelas
sebagai mekanisme umpan
balik untuk memantau kemajuan
belajar siswa dan menyempurnakan pembelajaran.
Menurut teman-teman, bagaimana jika pembelajaran berbasis penilaian kelas ini jarang dilakukan oleh guru matematika mengingat banyaknya penilaian lain yg dirasa lebih mudah digunakan oleh guru?


mengenai pertanyaan saudara diatas
BalasHapusklo menurut saya disetiap sekolah harus ada pelatihan-pelatihan untuk guru mengenai pentingnya "kerangkakerja untuk penilaian kelas" dimana pelatihannya tsb haruslah dilakukan secara berkala agar para pendidik tidak lagi tabu dengan yang namanya kerankakerja penilaian kelas
Menjawab pertanyaan penulis.
BalasHapusmenurut saya tidak apa-apa jika pembelajaran berbasis penilaian ini jarang dilakukan oleh guru, karena pembelajaran berbasis penilaian ini merupakan salah satu cara bagaimana kita mengevaluasi proses maupun hasil belajar siswa. jika dirasa masih ada penilaian lain yang lebih mudah digunakan oleh guru, ya tidak mengapa. Guru tersebut bisa memilih cara penilaian yang dirasa cukup baik digunakan. Lagi pula penulis juga mengatakan jarang dilakukan, maka bisa saja guru tersebut menggunakan pembelajaran berbasis penilaian itu kemudian waktu yg berikutnya menggunakan bentuk penilaian yang lain.
sekian terimakasih, semoga jawabannya bisa membantu penulis.
Mengenai perntayaan Penulis ; Bila yang dimaksud penulis pembelajaran berbasis penilaian kelas adalah yang menggunakan kerangka penilaian seperti yang penulis jabarkan, saya rasa tidak masalah bila pada penerapannya jarang dilakuakan Guru. Perlu diketahui bahwa 'penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran' (suryaningsih2020.blogspot.com). Sementara kerangka diatas adalah salah satu bahan penunjang capaian keberhasilan RPP. Yang meskipun di dalam penerapan penilaian tidak dipakai oleh guru, biasanya tetap akan menjadi kewajiban seorang guru membuat kerangka tersebut dalam RPP. Kabar kurang baiknya, bisa kita ketahui bahwa pada penerapan yang seperti itu berarti guru tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai RPP. Namun, bukan berarti Guru tidak dapat melakukan penilaian kelas dengan baik. Hanya saja akan lebih baik, terstruktur dan terkordinir bila menggunakan kerangka untuk penilaian kelas.
BalasHapus