Assalamu’alaikum
semuanya . . .
Selamat
datang kembali di Cahaya Matematika, kali ini kita akan membahas salah satu
penilaian dalam pembelajaran (khususnya matematika) yaitu penilaian psikomotor.
Sebagai
bahan untuk menjelaskan analisis domain psikomotor, kami berpedoman dengan jurnal yang berjudul
“ANALYSIS OF PSYCHOMOTOR DOMAIN AS A RELEVANT FACTOR IN THE
“ANALYSIS OF PSYCHOMOTOR DOMAIN AS A RELEVANT FACTOR IN THE
UNDERSTANDING
OF MATHEMATICAL CONCEPTS” oleh
Dr.Rev.A.C.Egereonu.
Penelitian
tersebut berfokus pada penilaian Psikomotor yang relevan dengan pemahaman
konsep matematika. Psikomotor melibatkan semua gerakan baik mikro atau makro,
ringan atau mendalam. Dari tindakan penciptaan relevan untuk bertahan hidup
baik dalam mengajar, belajar, perang, politik, pertanian, olahraga, seks atau
lainnya.
Domain
psikomotor terkait dengan aktivitas otot dengan gerakan tubuh, anggota badan,
atau bagian tubuh lainnya (misalnya jari) yang diperlukan untuk tindakan
tertentu.
Mkpa
(1984) menjelaskan bahwa domain psikomotor "peduli tentang hasil dalam
bidang keterampilan dan tindakan manipulatif yang memerlukan koordinasi
neuromuskuler". (hal.90).
Gay
(1980) percaya bahwa domain psikomotorik memerlukan kemampuan fisik, yang
melibatkan keterampilan otot atau motorik, manipulasi objek atau koordinasi
neuromuskuler.
Review Kebutuhan untuk Menilai Kemampuan Psikomotor dalam
Matematika
Berikut ini adalah beberapa kebutuhan untuk menilai psikomotor
dalam matematika:
1.
Untuk
validitas konkuren serentak / tinggi
2.
Dasar
untuk tugas baru
3.
Untuk
menghindari fiksasi pada tahap selanjutnya - satu tugas mendahului / tergantung
pada yang sebelumnya.
4.
Dominasi
kegiatan psikomotorik - bahkan sejak zaman kuno.
5.
Pengabaian
psikomotor dalam preferensi untuk penilaian kognitif.
6.
Hukum
kontak - Untuk menghapus abstraksi
7.
Untuk
menerapkan konsep konsep Plagets / Bruno ke setiap gerakan dan ikon.
8.
Hukum
Antisipasi Pematangan morfologis: kecenderungan untuk mengisap dari rahim oleh
anak dan rahim di luar anak untuk mengisap payudara.
9.
Untuk
menyeimbangkan pengembangan kepribadian untuk tantangan di masa depan.
10.
Untuk
pembelotan dini dari endowmen positif / negatif dalam kegiatan olahraga dan
opsi serupa untuk dorongan / peningkatan.
Berdasarkan
pemaparan tersebut, dapat penulis pahami bahwa analisis domain psikomotor
merupakan salah satu penilaian untuk mengetahui keterampilan siswa dalam menerapkan
teori matematika sebagai faktor yang relevan dalam memahami konsep matematika.
Berdasarkan
hasil diskusi penulis dengan salah seorang guru yang mengajar SMA di kota
jambi, mengatakan bahwa tidak semua konsep matematika dapat langsung diamati
kepemahaman siswa dalam hal mempraktikkannya, seperti integral dan turunan.
Lalu
penulis bertanya contoh konsep matematika yang pernah beliau adakan penilaian
psikomotornya materi apa? Beliau menjawab salah satu konsep yang bisa dinilai
psikomotor siswa adalah perbandingan trigonometri, dimana siswa diminta untuk
mengukur tinggi suatu benda denganmemanfaatkan sudut elevasi yang dibantu
dengan sebuah alat.
Berdasarkan
contoh tersebut, dapat penulis analisis bahwa tiap-tiap siswa menggerakkan
seluruh bagian tubuhnya dalam menjalankan aktivitas tersebut, konsep matematika
yang diamati dari aktivitas tersebut yaitu peserta didik bisa menggunakan
perbandingan trigonometri untuk menentukan tinggi sebuah benda.
Berikut salah satu contoh penerapan penilaian psikomotor
Berikut salah satu contoh penerapan penilaian psikomotor
Berdasarkan
pemaparan sebelumnya, ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan penulis:
Apakah
penilaian psikomotor benar-benar menunjukkan pemahaman siswa dalam konsep suatu
materi matematika?
sEKARANG ZAMAN NY TEKNOLOGI, SEMUA SERBA MENGGUNAKAN INTERNET. APAKAH PENILAIAN PSIKOMOTOR BISA DIAPLIKASIKAN DENGAN ANDROID ?
Menurut Leighbody (1968) berpendapat bahwa penilaian hasil belajar psikomotor mencakup: (1) kemampuan menggunakan alat dan sikap kerja, (2) kemampuan menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun urut-urutan pengerjaan, (3) kecepatan mengerjakan tugas, (4) kemampuan membaca gambar dan atau simbol, (5) keserasian bentuk dengan yang diharapkan dan atau ukuran yang telah ditentukan.
BalasHapusDari penjelasan di atas dapat dirangkum bahwa dalam penilaian hasil belajar psikomotor atau keterampilan harus mencakup persiapan, proses, dan produk. Penilaian dapat dilakukan pada saat proses berlangsung yaitu pada waktu peserta didik melakukan praktik, atau sesudah proses berlangsung dengan cara mengetes peserta didik.
Jadi, jika siswa tersebut telah mencakup dalam penilaian psikomotorik menurut Leighbody, berarti siswa tersebut telah menunjukkan pemahamannya dalam materi matematika.
Hehehe dari beberapa artikel yang saya baca, siswa yang hanya mendengar guru menjelaskan materi/konsep matematika belum tentu ia memahami konsep tersebut. Siswa yang mendengar dan melihat juga belum tentu bisa memahami konsep tersebut, tetapi mungkin lebih baik daripada siswa yang hanya mendengar saja. lalu siswa yang mendengar, melihat, dan mempraktikkan tentu lebih memahami konsep yang ia pelajari, dikarenakan ia menggunakan lebih banyak indera nya untuk belajar. kegiatan praktek / keterampilan ini merupakan kegiatan pada ranah psikomotor, jadi bisa disimpulkan bahwa hasil penilaian psikomotor dapat menunjukkan bahwa siswa itu memahami konsep yang ia pelajari. sekurang-kurangnya ia lebih memahami dari pada yang tidak mempraktikkan sama sekali. untuk level pemahaman yang lebih tinggi lagi yaitu siswa yang mendengar, melihat, mempraktikkan dan mengajarkan kepada teman-temannya mengenai konsep yang ia pelajari hehehe
BalasHapusHasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). Hasi belajar kognitif dan hasil belajar afektif akan menjadi hasil belajar psikomotor apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan ranah afektif. Jadi dapat disimpulkan apabila siswa telah menguasai aspek psikomotor maka siswa telah menguasai aspek kognitif dan aspek efektif juga. Maka dari itu bisa disebut apabila siswa telah menguasi aspek psikomotor maka siswa tersebut telah menunjukkan pemahamannya dalam materi matematika.
BalasHapusSangat-sanagat bisa. Karena penialai yg baik pada era 4.0 maang harus di terapkan. Cara nya adalah psikomotorik siswa terhadap penggunaan teknologi berbasis matematika, salah satunya android. Bisa memjadi penilaian utama pada keterampilan anak penggunaan aplikasi, membuat aplikasi yg berbasis matematika.
BalasHapus